.::. Galeh Aji Wedding Organizer .::.

Paket Pernikahan Yogyakarta || Paket Pernikahan Murah Yogyakarta

Anda pastinya pernah mengalami suatu masa di mana  Anda  merasa sulit beradaptasi dengan situasi yang ada setelah baru menikah. Buka...

Penyebab Pengantin Baru Susah Adaptasi



Anda pastinya pernah mengalami suatu masa di mana Anda merasa sulit beradaptasi dengan situasi yang ada setelah baru menikah. Bukan hanya Anda saja loh. Sulitnya adaptasi bagi pasangan pengantin yang baru menikah memang sering dialami oleh banyak pasangan pengantin baru. Kondisi di mana pengantin baru sulit beradaptasi adalah hal yang wajar. Meskipun demikian, tetap harus dicari penyebab-penyebabnya. Menyatukan dua individu yang berbeda memang bukanlah perkara yang mudah. Meskipun atas dasar cinta, suami-istri adalah individu yang tetap kuat dengan egonya sendiri-sendiri.

Setiap individu pastinya memiliki misi, visi, dan pola pikir yang berbeda. Dan kemampuan beradaptasi tiap individu juga pastinya berbeda, tergantung pada banyak hal di sekitarnya. Ada yang bisa langsung beradaptasi dengan kehidupan barunya, yaitu kehidupan yang bernama ‘rumah tangga’. Dan ada juga yang ‘jetlag’ dengan perubahan-perubahan situasi yang saat ini tengah dihadapi. Pastinya ada banyak perbedaan antara situasi dan rutinitas saat masih single dulu dan situasi/ rutinitas setelah menikah. Lantas, bagaimana cara mengatasi adaptasi yang terkesan kurang lancar ini? satu hal yang pasti dilakukan adalah mencari tahu sebab-sebab sulitnya beradaptasi dengan kehidupan yang baru. Tujuanya agar terhindar dari hal-hal yang membuat kehidupan rumah tangga menjadi lebih rumit. Berikut ini ada beberapa penyebab sulitnya beradaptasi dengan suasana kehidupan ‘rumah tangga’.

1. PRASANGKA BURUK

Prasangka buruk akan mudah sekali muncul jika kedua pasangan tidak mampu berbicara dari hati ke hati. Tentu saja ini akan mengancam keharmonisan rumah tangga yang baru saja dibangun. Situasi ini akan bertambah buruk jika ada perbedaan budaya diantara kedua pasangan. Contohnya saja, istri yang terbiasa dengan gaya bicara yang lemah lembut, sedangkan suami terbiasa berbicara dengan nada keras. Gaya bicara suami yang keras dan tegas bisa disalahartikan oleh istri sebagai ekspresi ketidaksukaan atau kemarahan.


2. ADANYA CAMPUR TANGAN ORANG TUA

Setelah menikah usahakan untuk tidak menyertakan pendapat orang tua dalam kehidupan rumah tangga. Rumah tangga adalah tanggung jawab suami-istri sepenuhnya. Campur tangan orang tuanya justru akan menjadi sumber konflik baru dalam sebuah rumah tangga. Jadi, saat sedang mengalami ‘krisis’ rumah tangga, selesaikan secara baik-baik dengan pasangan. Kedua pasanganlah yang tahu betul titik permasalahan rumah tangganya.

3. ‘KITA’, BUKAN ‘SAYA’

Sudut pandang pasangan setelah menikah haruslah diubah. Jika dulu adalah ‘saya’ kini wajib diubah dengan sudut pandang ‘kita’. Semua hal yang berkaitan dengan rumah tangga harus dilakukan untuk kepentingan bersama, bukan lagi untuk kepentingan suami atau istri. Jauhi juga prioritas atau keinginan pribadi. Usahakan untuk penuhi keinginan atau prioritas bersama.


4. PERBEDAAN BUDAYA

Sepanas apapun konflik rumah tangga yang sedang terjadi, sebaiknya jangan menyinggung sedikitpun tentang budaya. Hal ini hanya akan memperparah konflik.

Sumber : berbagai sumber 



Kehidupan pasangan pengantin baru identik dengan segala sesuatu yang indah dan romantis. Pada 2 bulan pertama, mungkin pernyataan in...

Permasalahan Pengantin Baru



Kehidupan pasangan pengantin baru identik dengan segala sesuatu yang indah dan romantis. Pada 2 bulan pertama, mungkin pernyataan ini tidak salah. Namun setelah usia pernikahan mulai menginjak bulan ketiga, mungkin Bunda akan mulai merasakan adanya permasalahan hidup yang satu persatu datang menghampiri.

Jika begitulah yang terjadi, Bunda tidak perlu khawatir karena keadaan yang seperti itu masih dalam batas kewajaran. Satu hal yang harus Bunda ingat adalah Bunda harus bersabar dengan berbagai kelemahan yang dimiliki pasangan dan bersiap untuk menerimanya apa adanya. Tidak sedikit pasangan baru yang akhirnya bercerai karena terlalu sensitif menanggapi masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar.


Salah satu masalah yang sering ditemui oleh pengantin baru adalah character shock. Masalah ini sering terjadi ketika salah satu dari pasangan merasa tidak nyaman dengan kebiasaan atau kepribadian pasangannya yang sama sekali tidak terduga sebelumnya. Pada saat berpacaran, banyak orang yang menyembunyikan beberapa kebiasaan buruknya, baik sengaja maupun tidak sengaja.Karena itulah, kebiasaan buruk ini baru diketahui setelah menikah. Dan ternyata pasangannya sangat membenci kebiasan itu.

Mengetahui kebiasaan buruk ketika sudah resmi menikah dapat membuat orang menjadi sangat terkejut dan berpikir tidak rasional yang dapat berujung pada perceraian. Karena itulah untuk menghindari masalah ini, sebaiknya Bunda dan pasangan bersikap jujur sejak pacaran, sehingga bisa mengetahui kebiasaan baik dan buruk satu sama lain.

Selain itu, masalah yang sering ditemui oleh pengantin baru adalah tingginya pengeluaran.Ketika Bunda masih lajang, wajar saja jika Bunda suka berbelanja tanpa pikir panjang. Setelah Bunda berkeluarga, maka pengeluaran ini dapat menjadi 2 kali lipat sebelumnya. Hal ini dapat membuat Bunda menjadi sangat kaget. Tapi ini merupakan proses pembelajaran dimana Bunda akan dapat mengatur keuangan dengan membuat prioritas.

Masalah dengan keluarga pasangan juga merupakan masalah yang sering ditemui oleh pengantin baru. Masalah ini bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya karena adanya perbedaan latar belakang atau gaya hidup Bunda dengan keluarga pasangan atau sebaliknya, ada perbedaan pendapat antara pasangan dengan keluarga Bunda.

Permasalahan benda pendapat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Meskipun begitu, perbedaan pendapat bukanlah alasan untuk tidak menjalin hubungan yang baik antara 2 keluarga. Karena pernikahan sebenarnya adalah penyatuan 2 keluarga dan bukan sekedar 2 orang.

Masalah lain yang sering ditemui oleh pengantin yang baru menikah adalah stres kerja yang tidak tersalurkan. Ketika Bunda masih lajang, Bunda mungkin dapat melepaskan stres dengan cara berjalan-jalan dengan teman dan membiarkan diri santai sejenak. Tetapi setelah berkeluarga, Bunda tidak dapat begitu saja pergi meninggalkan tanggung jawab Bunda di rumah. Hal inilah yang dapat menyebabkan stres menumpuk dan dapat meledak setiap saat.

Sumber : berbagai sumber 

Usai acara pernikahan, bulan madu adalah kesempatan yang bagus bagi kedua mempelai untuk lebih mengeksplorasi status baru mereka. Ak...

Bulan Madu Romantis



Usai acara pernikahan, bulan madu adalah kesempatan yang bagus bagi kedua mempelai untuk lebih mengeksplorasi status baru mereka. Akan tetapi, romantisme ini bisa berubah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bahkan bisa berujung pada pertengkaran apabila tidak direncanakan dengan baik. 

Berikut beberapa tips yang bisa anda pakai untuk mendapatkan pengalaman bulan madu terbaik dan tak terlupakan.


Rencanakan dengan baik

Rencanakan bulan madu anda secara detail. Yang paling utama tentu saja adalah menetapkan anggaran untuk bulan madu. Coba kalkulasi semua detail yang diperlukan untuk memberikan gambaran pasti tentang berapa banyak uang yang harus anda keluarkan. 

Poin-poin seperti tiket pesawat dan akomodasi merupakan hal yang paling utama dalam hal ini. Pastikan anda mempunyai catatan pembayaran dan hal lainnya yang bisa anda jadikan sebagai bukti bila ada sesuatu yang tidak beres atau tidak sesuai dengan ekspektasi anda.


Pilih lokasi terbaik sesuai budget

Untuk lokasi bulan madu, jika anda memiliki dana yang sedikit berlebih. Memilih luar negeri sebagai tujuan bulan madu merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan mengingat harga tiket pesawat yang sudah semakin murah. Memang, ada banyak hal yang harus diurus sebelum keberangkatan seperti paspor atau visa. Akan tetapi jika yang dicari adalah bulan madu yang terbaik, hal tersebut bukanlah masalah.

Jika anggaran bulan madu anda cukup terbatas, tujuan wisata lokal merupakan pilihan yang paling realistis. Banyak lokasi-lokasi yang cukup indah untuk dijadikan sebagai tempat berbulan madu. 

Selain bali sebagai tujuan favorit, banyak sekali lokasi-lokasi lain yang patut dipertimbangkan seperti derawan, pulau tidung di kepulauan seribu dan banyak yang lain.


Pilih hotel dan kamar terbaik

Berikutnya, hal lain yang krusial adalah memilih hotel atau penginapan lain yang akan anda gunakan selama berbulan madu. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan lokasi penginapan anda. 

Sebaiknya anda memilih lokasi yang bisa memberikan pemandangan indah untuk mendukung romantisme yang ingin anda bangun. Untuk hal ini, tempat di tepi pantai atau di pegunungan merupakan pilihan. Tergantung dari lokasi bulan madu anda sendiri.

Hal kedua yang harus anda pertimbangkan adalah tpie kamar. Pastikan tipe kamar memilih tipe kamar yang dapat memberikan anda fasilitas dan layanan terbaik. Tidak ada salahnya memilih tipe kamar kelas atas untuk bulan madu yang mungkin hanya dilakukan sekali seumur hidup.

Fasilitas tambahan juga bisa memberikan peran yang cukup penting. Fasilitas tambahan seperti jacuzzi, romantik dining atau hal lain yang bisa anda nikmati berdua dengan pasangan anda dapat membantu anda untuk membangun atmosfer yang diinginkan.


Persiapan akhir

Setelah semua hal di tempat tujuan telah dipersiapkan, beberapa persiapak akhir sebelum keberangkatan harus dilakukaan. Keuangan adalah hal yang utama. Pastikan anda masih memiliki cukup uang untuk dibawa selama berbulan madu. Pastikan kartu kredit anda valid dan siap untuk digunakan. 

Selain kartu kredit atau cek, membawa sedikit uang tunai juga dianjurkan. Hal ini untuk mengantisipasi keperluan kecil yang tidak bisa di-cover dengan menggunakan kartu kredit seperti membeli souvenir dan lain-lain. 

Karena itu, pastikan anda sudah menukarkan uang anda dengan mata uang lokasi tujuan anda jika anda berencena berbulan madu diluar negeri.

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, pastikan anda memiliki nomor-nomor penting yang bisa dihubungi jika anda menemui masalah. 

Simpan nomor hotel tempat anda akan menginap, nomor keluarga atau relasi yang bisa diandalkan atau nomor kedutaan besar jika anda berencana keluar negeri.