.::. Galeh Aji Wedding Organizer .::.

Paket Pernikahan Yogyakarta || Paket Pernikahan Murah Yogyakarta

Pernikahan tentunya membuat wanita berbahagia. Namun ternyata pernikahan juga bisa memberikan efek buruk bagi wanita yang tak ingi...

Hasil Penelitian, Pernikahan Membuat Wanita Gemuk




Pernikahan tentunya membuat wanita berbahagia. Namun ternyata pernikahan juga bisa memberikan efek buruk bagi wanita yang tak ingin menambah berat badan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa wanita cenderung mengalami kenaikan berat badan setelah enam bulan menikah.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa pengantin yang melakukan diet ketat sebelum menikah justru mengalami kenaikan berat badan secara drastis pada setengah tahun pertama. Tak tanggung-tanggung, pengantin bisa mengalami kenaikan berat badan hingga 4,5 kilogram.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah mengamati 350 pengantin wanita. Hasilnya mereka menemukan bahwa enam bulan setelah menikah rata-rata wanita mengalami kenaikan berat badan sebanyak 2,1 kilogram. Sementara mereka yang melakukan diet sebelum menikah akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih banyak, seperti dilansir oleh Daily Mail .

Lantas, apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Peneliti berasumsi bahwa kenaikan berat badan berkaitan dengan cara wanita melihat tubuhnya sendiri. Sebelum menikah mereka merasa tak puas dengan berat badan dan bentuk tubuh mereka karena adanya tekanan untuk mengenakan gaun pengantin yang cantik.

Namun setelah menikah, mereka merasa lebih santai dan tidak memikirkan bentuk tubuh mereka dengan terlalu berat sehingga perlahan mereka mengalami kenaikan berat badan. Beberapa wanita juga merasa tak terlalu ketat dalam menjaga penampilan mereka karena sudah menikah.

Bagaimana pendapat kalian tentang hasil penelitian ini ? Apakah kalian juga mengalami kenaikan berat badan setelah menikah

Sumber : Merdeka.com



Ada beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan wanita setelah ia menikah. Walau kesalahan tersebut tidak mengakibatkan konflik deng...

Kesalahan 'Besar' Dilakukan Wanita Setelah Menikah



Ada beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan wanita setelah ia menikah. Walau kesalahan tersebut tidak mengakibatkan konflik dengan suami atau mertua, namun bisa merugikan diri sendiri di kemudian hari. Seperti yang dikutip dari ezineartivle, berikut tiga kesalahan terbesar wanita setelah mengucap 'i do'. 

1. Mengubah Diri Demi Suami, Mertua dan Ipar

Ketika seorang wanita memasuki kehidupan pernikahan, awalnya ia begitu bersemangat untuk menyenangkan suami, mertua atau suadara iparnya. Misalnya, ketika suami meminta Anda mengenakan rok setiap saat dan memanjangkan rambut, padahal Anda lebih nyaman dengan gaya tomboy atau, mertua yang mendikte Anda cara membesarkan anak.

Semua hal tersebut pun Anda lakukan karena perasaan cinta yang menggebu dan demi mendapat predikat 'istri dan menantu baik'. Walau bertujuan baik, melakukan hal untuk orang lain kerap kali menghilangkan jati diri seseorang. Bukan mengajarkan untuk berprasangka buruk, namun Anda perlu membedakan kewajiban yang harus dilakukan demi suami dan mertua, serta hal yang bisa membuat Anda 'dikendalikan' orang lain.


2. Membuat Rekening Tabungan Bersama

Membuat rekening bersama tentu bisa membuat segala hal mengenai pembayaran rumah tangga menjadi lebih mudah. Namun bukan berarti Anda tidak memiliki rekening tabungan atas nama sendiri. Buatlah komitmen mengenai tabungan bersama, dan tetap memiliki tabungan sendiri untuk memenuhi segala kebutuhan pribadi Anda. Lagipula, memiliki tabungan sendiri menjadikan Anda tak bergantung pada suami ketika ingin membeli sepatu baru di Charles and Keith atau blazer lucu di Zara. Sebaiknya, hindari menyerahkan nasib finansial Anda pada orang lain.


3. Ketergantungan Pada Suami

Meyerahkan semua tanggung jawab rumah tangga ke suami bisa berakibat buruk di kemudian hari. Secara tidak sadar Anda bisa melupakan cara hidup mandiri dan tidak punya kemauan untuk menjadi pribadi yang lebih 'maju'. Misalnya, suami yang sudah memiliki pendapatan lebih dari cukup, menjadikan Anda 'malas' berkarier dan tergantung secara finansial. Mungkin hal itu terdengar biasa, namun ketergantungan pada suami bisa membahayakan ketika masa sulit datang, misalnya suami di PHK, meninggal, atau bercerai.

Sumber : wolipop