.::. Galeh Aji Wedding Organizer .::.

Paket Pernikahan Yogyakarta || Paket Pernikahan Murah Yogyakarta

Cara untuk mencegah pertengkaran yang ada dalam keluarga terkadang dianggap sebagai sebuah hal yang mudah untuk dilakukan namun Anda...

Langkah Mencegah Pertengkaran Dalam Keluarga


Cara untuk mencegah pertengkaran yang ada dalam keluarga terkadang dianggap sebagai sebuah hal yang mudah untuk dilakukan namun Anda wajib untuk mengetahui bahwa mencegah pertengkaran dalam keluarga itu terkadang bukanlah merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Maka dari itu, Anda bisa mencoba beberapa tips yang ada dibawah ini dalam mencegah pertengkaran yang ada dalam keluarga dengan beberapa cara yang elegan. Tidak mudah memang untuk mencegah pertengkaran apalagi jika kedua pihak yang berseteru sama-sama keras kepala dan ingin menang sendiri.

Pertama, Anda bisa mencoba untuk mencegah pertengkaran dengan cara menjadi penengah yang baik. Jangan sampai Anda memihak kepada salah satu pihak yang berseteru. Ini bukanlah cara yang terbaik bagi Anda . Sebagai penengah, Anda harus menjadi pihak yang netral. Terkadang jika Anda memihak ke salah satu pihak maka nantinya masalah tidak akan bisa terselesaikan dengan baik. Dalam hal ini Anda juga harus mengetahui mana pihak yang bersalah dan mana yang bukan. Ini akan membuat Anda bisa melakukan assessment terhadap cara untuk mencegah pertengkaran dengan baik dan benar.

Kedua, dalam mencegah pertengkaran maka Anda harus melakukannya sejak dini. Jangan sampai nanti Anda membiarkan begitu saja hal-hal yang sepele terjadi. Banyak orang yang membiarkan masalah yang kecil terjadi namun pada akhirnya ini memicu timbulnya masalah yang lebih besar. Jika sudah terjadi masalah keluarga yang sangat besar maka ini akan menjadi lebih rumit lagi. Anda jangan pernah sekalipun meremehkan hal ini. Ketika kita meremehkan sebuah hal yang kecil dalam keluarga maka hal ini akan menjadikan masalah kecil tersebut berkumpul tambah banyak. Masalah kecil yang dikumpulkan dalam jumlah banyak tentu saja akan bisa menjadi sebuah masalah yang besar nantinya. Jika memang ada bumbu masalah yang terjadi, sangat wajib bagi Anda untuk mendekati kedua pihak yang berseteru dalam keluarga misalnya masalah antara kakak dan adik agar mereka bisa berhenti berseteru. Membiarkan masalah dalam keluarga terus terjadi bukanlah hal yang bagus untuk dibiarkan.

Ketiga, jika memang Anda ingin mencegah pertengkaran dengan baik dan benar maka selalu jadilah pribadi yang menyenangkan untuk keluarga. Jika Anda berhasil melakukan hal ini maka Anda akan bisa menjadi orang yang tepat untuk sandaran masalah yang dialami dalam keluarga. Terkadang jika salah satu anak Anda memiliki masalah dan mereka bercerita kepada Anda , berikanlah respon yang positif. Hal ini akan membuat anak Anda menjadi lebih mudah untuk menceritakan semua hal yang terjadi dengan rinci. Share terhadap masalah yang ada akan secara tidak langsung bisa mengurangi beban yang mereka miliki.
 
 
 
 
Sumber : Berbagai Sumber

Setiap pasangan pasti sangat berharap hubungannya akan selalu sehat, bahagia dan langgeng. Tidak terkecuali pasangan baru menikah, d...

Rahasia Harmonis Untuk Pasangan Muda


Setiap pasangan pasti sangat berharap hubungannya akan selalu sehat, bahagia dan langgeng. Tidak terkecuali pasangan baru menikah, dimana harapan besar tentang kehidupan yang diimpikan terbentang luas. Tapi terkadang tidak semua pasangan tahu apa yang harus dilakukan olehnya, sehingga mereka cenderung memakai strategi alakadarnya dan berharap mendapatkan hasil maksimal.

Untuk ini, jika anda pasangan baru menikah dan menginginkan hubungan yang sehat, harmonis dan bahagia, ikuti beberapa langkah dibawah ini.

Pujian
Pujian memiliki dampak yang luar biasa dalam hubungan bunda. Semua orang suka dipuji, jika Bunda merasa berbunga-bunga dan bahagia ketika dipuji, hal serupa juga terjadi kepada pasangan bunda. Maka berilah pujian kepadanya, bunda tinggal menemukan keunikan pasangan bunda, dan pujilah dia sesering mungkin. Dengan pujian akan membuat seseorang merasa sangat istimewa.

Bijak Memandang Perselisihan
Dalam setiap perselisihan tersimpan harta yang sangat berharga, yaitu pembelajaran dan hikmah. Melalui perselisihanlah bunda semakin mengenal pasangan bunda dan hubungan bunda berdua pun makin harmonis dan mampu saling mengerti.

Oleh karena itu, jika bunda dan pasangan berselisih, maka hadapilah perselisihan tersebut dengan bijak dan sebisa mungkin hindarilah emosi. Misalnya jika pasangan bunda berbicara dengan nada yang tinggi, maka sebisa mungkin usahakan nada bicara bunda tetap lembut.

Ekspresikan Diri
Sering-seringlah mengekspresikan perhatian bunda kepada pasangan. Meskipun pasangan bunda tersebut merupakan seorang yang datar, tetapi jika bunda sering membanjiri dia dengan ekspresi perhatian yang tulus, maka dia pun akan mulai belajar melakukan hal yang sama seperti yang bunda lakukan kepadanya.

Menghargai Motifasi Diri
Pahamilah motivasi dari tindakan suami bunda. Mungkin bunda tidak suka dengan cara pasangan ketika melakukan sesuatu, tetapi mulai belajarlah untuk memandang dia jauh ke dalam motif dari perbuatannya tersebut.

Misalnya jika dia tiba-tiba membantu bunda untuk mencuci piring, maka lihatlah apa motifasinya, meskipun hasilnya tidak sebersih ketika bunda mencuci piring. Jika Bunda hanya mengkritik hasil kerjanya saja, maka dapat dipastikan di lain waktu dia pasti tidak akan mau untuk membantu pekerjaan bunda lagi.

Jadikan Dia Raja, maka Bunda Akan Menjadi Ratu
Mungkin hal ini terdengar aneh, tetapi jika bunda mau melakukan ini dengan baik, maka bunda akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah bunda bayangkan sebelumnya. Ketika bunda mengutamakan pasangan bunda, maka secara tidak sada pasangan bunda pun akan melakukan hal yang sama kepada bunda.

Seperti sebuah pepatah yang mengatakan. Jika bunda ingin diperlakukan seperti seorang ratu oleh pasangan, maka perlakukan pasangan bunda seperti seorang raja.

Selalu Belajar
Yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah memperkaya diri dengan pengetahuan tentang memelihara hubungan yang baik. Bunda bisa mendapatkannya melalui buku-buku, membaca artikel, tukar cerita dengan teman, sharing dengan keluarga, dan lain-lain.






Sumber : Berbagai Sumber

Pernikahan merupakan sebuah ikatan sakral yang membawa dua orang serta keluarganya menjadi satu keluarga besar. Sebelum menikah, bunda...

Kesalahan Yang Dilakukan Pasangan Yang Baru Menikah


Pernikahan merupakan sebuah ikatan sakral yang membawa dua orang serta keluarganya menjadi satu keluarga besar. Sebelum menikah, bunda mungkin sangat antusias untuk sampai ke hari pernikahan tersebut. Tapi setelah menikah dan ketika hubungan semakin dalam, maka bukan berarti hubungan bunda kemudian akan selalu mulus dan terhindar dari kesalahan.

Terkadang dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan pernikahan bunda dan pasangan akan mendapatkan sedikit tantangan, dari mulai masalah mengurus keperluan rumah, keuangan, sampai beberapa kesalahan yang biasanya sering dilakukan oleh para pasanga muda ini.

Mekskipun terkesan kecil dan sepele, tapi kesalaha-kesalah ini bukan berarti tidak berbahaya bagi hubungan pernikahan bunda, berikut ini merupakan beberapa kesalahan yang biasanya banyak dilakukan oleh pasangan muda baru menikah.

Membongkar segala hal kepada keluarga
Walaupun secara ikatan kedua keluarga ini sudah menyatu, tapi bukan berarti bunda boleh menceritakan semua masalah rumah tangga bunda kepada orangtua. Justru campur tangan anggota keluarga kadang malah bisa merepotkan bunda dan pasangan.

Jadi mulai sekarang, mulailah belajar kompak dan bekerjasama dalam menghadapi setiap permasalahan dalam rumah tangga bunda. Orangtua bunda cukup tahu bahwa bunda berdua bahagia dan tidak ada masalah dalam rumah tangga bunda.

Masih Prioritaskan Teman
Menikmati waktu sendiri bersama teman memang tidak dilarang, tapi bukan berarti Bunda terus-terusan memprioritaskan teman di atas pasangan bunda. Ingat, sekarang bunda sekarang sudah berbeda dengan masa lajang, kini rumah tangga adalah prioritas utama bunda.

Masih Menjadi Anak Mama
Ini merupakan kesalahan yang sering terjadi kepada pasangan yang sangat dekat dengan ibunya. Sudah banyak cerita rumah tangga yang akhirnya berakhir di meja pengadilan karena campur tangan orangtua dalam permasalah rumah tangga anaknya.

Maka dari itu, mulailah belajar mandiri karena sekarang bunda sudah punya keluarga sendiri. Jadi jangan libatkan orangtua dalam permasalahan yang bunda hadapi, belajarlah dewasa dalam enyikapi setiap permasalahan.

Tidak Menghargai Pasangan
Dalam ikatan pernikahan, setiap pasangan harus bisa saling menghargai dan memperlakukan satu sama lain dengan hormat. Ini artinya tidak ada satu orang yang terlalu mendominasi sementara yang lain merasa direndahkan. Ingta, sekarang bunda dan pasangan merupakan tim yang selalu kompak, bukan individu lagi seperti ketika bunda masih pacaran dulu.

Kurang Keintiman Dalam Hubungan
Satu lagi kecenderungan orang yang sudah menikah adalah kesulitan untuk menjaga kehidupan seksual secara aktif. Maka dari itu, berusahalah untuk menikmati saat-saat intim bersama pasangan sehingga bunda dan pasangan tetap memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dan harmonis.

Egois
Ini merupakan kesalahan umum yang biasa dijumpai oleh pasangan yang baru menikah, hal ini karena mereka sebelumnya terbiasa hidup sendiri dan segala sesuatu dilakukan oleh orangtuanya. Sekarang ketika bunda sudah menikah dan mempunyai keluarga sendiri, maka mulailah pikirkan tentang pasangan bunda, jangan hanya diri sendiri.





Sumber : Berbagai Sumber

Konsep sederhana sebuah pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan dua anak manusia untuk membina keluarga yang bahagia dan me...

Hindari Kalimat Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Keluarga


Konsep sederhana sebuah pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan dua anak manusia untuk membina keluarga yang bahagia dan menghasilkan generasi terbaik yang berguna untuk keluarga, agama, Negara dan seluruh umat manusia.

Pada kenyataanya, ternyata tidak sedikit pasangan yang akhirnya memutuskan ikatan suci tersebut hanya karena permasalahan yang kita anggap sepele. Kita ambil contoh, ketika kita mengeluarkan suatu kata yang menyakitkan pasangan kita, maka tidak jarang kata-kata tersebut aka menjelma menjadi sebuah pertengkaran hebat dan membuat hubungan jadi bubar.

Untuk itu, wajib untuk bunda mewaspadai beberapa kata yang bisa meimbulkan kehancuran dalam pernikahan.

“Tuh Kan, Kamu Gitu Terus”
Ini merupakan kalimat yang sangat sepele, tapi coba telaah arti dan akibat dari kata kata tersebut. Itu merupakan kalimat judgment kepada pasangan yang menggambarkan bahwa dia selalu melakukan kesalahan yang sama. Mungkin jika diartikan kalimat tersebut sama dengan ‘kamu itu kayak keledai, yang suka jatuh pada lubang yang sama’.

Salahsatu tugas istri adalah mengingatkan suami apabila dia melakukan kesalahan, jika memang dia melakukan kesalahan yang sama seperti kesalahan-kesalahannya yang dulu, maka bunda wajib mengingatkanya dengan bahasa yang lebih halus. Misalkan ‘Pah, cara ini kan kurang baik, coba deh jangan pake cara itu, kan papa paling bisa kalau masalah otak atik yang kaya gini.’
Kosep dasar dari kalimat tersebut adalah sebuah kesalahan yang diingatkan kemudian member solusi, dan diakhiri dengan pujian dan penghargaan kepadanya.

“Jangan Banyak Ngarep”
Setiap manusia mempunyai impian dan harapan tentang segala sesuatu yang dinilaiya baik, maka tugas seorang istri adalah menjaga agar impian tersebut selalu hidup dan terus memberikan motivasi dan kepercayaan bahwa dia sanggup mendapatkannya.

Jika kalimat tersebut yang terlontar dari mulut bunda, maka jangan salahkan dia kalau dia akhirnya naik pitam dan mengeluarkan kata-kata yang akan melukai bunda. Karena pada dasarnya kata-kata tersebut juga erupakan hinaan dan sebuah ketidak percayaan akan kemampuan suami bunda.

Kompilasi Kalimat Makian
Walaupun bunda sedang emosi atau bahkan marah besar kepada pasangan, usahakan jangan sampai terlontar kat-kata makian dari mulut cantik bunda. Apalagi jika kata-kata makian tersebut melibatkan penghinaan dengan kondisinya dan membawa nama keluarganya, ini hal yang sangat berbahaya. Sinyal pertengkaran hebat sudah ada didepan mata.

Pertengkaran dalam rumah tangga itu biasa terjadi, bahkan sangat berguna untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, saling pengertian dan mebina alur komunikasi tetap aktif. Untuk itu, sehebat apapun pertengkaran bund dan pasangan, kalimat makian dalam bentuk apapun tidak boleh terucap dari mulut bunda, apalagi jika ditujukan langsung kepada pasangan. Hal itu akan sangat berpengaruh besar pada keharmonisan hubungan bunda.





Sumber : Berbagai Sumber

Menjalin komunikasi yang baik harus dilakukan agar hubungan kamu lebih berwarna dan tetap terjaga keharmonisannya. Terlebih, jika kamu...

Membina Komunikasi Keluarga


Menjalin komunikasi yang baik harus dilakukan agar hubungan kamu lebih berwarna dan tetap terjaga keharmonisannya. Terlebih, jika kamu dan pasangan sama-sama bekerja dan sering terlibat dengan pekerjaan yang banyak menyita waktu bersama.

Tidak bisa dipungkiri, kondisi ini tidak jarang akan membuat hubungan bunda sama pasangan semakin renggang dan ini sangat beresiko terjadinya perselingkuhan. Maka dari itu, sangat dibutuhkan sebuah langkah nyata untuk menjaga hubungan bunda tetap harmonis dan satu-satunya jalan adalah membangun komunikasi dua arah yang intens dan terarah.

Seperti dilansir dari boldsky, Ini merupakan beberapa trik untuk membina komunikasi yang baik dengan suami yang sibuk dengan pekerjaannya.

LEBIH SERING UNTUK MENDENGARKAN
Cobalah untuk lebih sering mendengarkan, karena ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menunjukkan betapa bunda peduli pada suami bunda yang sedang berjuang demi rumah tangga yang lebih baik lagi. Dengarkan saja apa keluh kesahnya, baik itu tentang pekerjaannya, ataupun tentang kesulitan dia untuk bertemu bunda. Dengan mendengarkan dia, maka hal tersebut akan membuat suami bunda merasa dihargai dan dicintai.

MENGEKSPRESIKAN HUBUNGAN
Suami bunda bukanlah ahli telepati yang bisa langsung mengerti apa yang bunda inginkan dan rasakan ketika jauh dengannya. Katakan saja padanya apa yang bunda rasakan, baik itu rasa kesepian, ketakutan atau hal-hal lain yang menunjukan bunda sangat takut kehilangan dia. Tetapi hati-hati juga, jangan sampai ini menjadi tindakan posesif dan rasa takut yang berlebihan. Cobalah ungkapkan apa yang bunda rasakan sewajarnya saja, karena memendam masalah hanya akan membuat masalah semakin besar dan menimbulkan masalah-masalah baru yang tidak terselesaikan.

PELIHARA KEJUJURAN
Bagaimanapun juga, kejujuran dalam berkomunikasi menjadi hal yang sangat penting untuk mempertahankan sebuah hubungan tetap harmonis. Lebih baik bunda jujur kepada suami bunda meskipun terasa menyakitkan dari pada terus berbohong dan itu akan membuat bunda terus berbohong untuk menutupi kebohongan bunda yang lainnya.

FOKUS KETIKA BERSAMA
Ketika bunda memiliki waktu bersama, maka usahakan untuk tetap fokus pada apa yang bunda dan suami bicarakan. Jangan sampai kalau pasangan bunda sedang bercerita, bunda malah fokus dengan yang lain. Selain itu, jadikan waktu kebersamaan ini sebagai ajang untuk melepas rasa rindu bunda kepada suami. Tumpahkan rasa rindu bunda, dan salah satu cara terbaik adalah berhubungan intim yang berkualitas.

SALING MENGHORMATI DAN MENDUKUNG
Ini sangat penting dilakukan, karena kebanyakan pasangan justru sering bertengkar karena mereka tak tahu bagaimana cara menghormati pasangannya. Selain itu, mereka juga jarang mendukung apa keinginan pasangan mereka. Usahakan untuk saling menghormati dan mendukung apa yang dilakukan oleh suami bunda selama itu berdampak baik untuk kondisi rumah tangga bunda.





Sumber : Berbagai Sumber

Pasti kebanyakan wanita semasa kecilnya akan memiliki satu imajinasi dan mimpi yang sama, yaitu mampu menjadi istri dan juga seorang i...

Kiat Menjaga Keharmonisan Keluarga


Pasti kebanyakan wanita semasa kecilnya akan memiliki satu imajinasi dan mimpi yang sama, yaitu mampu menjadi istri dan juga seorang ibu dari anak-anak kelak saat mereka menikah. Bayangan menikah memang selalu menjadi indah dan menarik di benak kita, sebelum mereka benar-benar terjun kedalam dunia pernikahan tersebut.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk menikah dan membina hidup sesuai impiannya. Mereka juga memiliki kesempatan untuk menjadi pasangan sekaligus orang tua dari anak yang mereka lahirkan. Tetapi sayangnya, apakah dengan begitu mereka pasti memiliki kemampuan untuk menjadikan rumah tangga sebagai keluarga yang sempurna dan harmonis, kita harus realistis bahwa tidak semua orang dapat mewujudkan semua mimpi masa kecilnya tersebut.

Banyak sekali dari mereka yang melewatkan beberapa hal dalam membentuk sebuah keluarga yang asih dan penuh cinta, sampai akhirnya ketika kondisi harmonis jauh dari bayangannya, perceraian lah yang dipilih untuk menjadi jalan keluar yang terbaik. Maka dari itu ada baiknya bagi bunda untuk menyimak tips apa sih yang harus bunda lakukan agar keluarga bunda terus berbahagia dan harmonis, walaupun yang namanya konflik pasti selalu ada.

KEMBALI BERKENCAN DENGAN SUAMI
Berkencan kembali dengan suami memang terdengar aneh, tetapi bunda harus percaya bahwa inilah yang jarang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah, apalagi sudah disibukan dengan kehadiran anak. Padahal berkencan saat menikah merupakan hal yang sangat penting untuk mengembalikan kenangan masa lalu dan juga rasa cinta yang membara sama seperti awal pertemuan dan masa berpacaran dulu.

SALING MENGHARGAI
Setiap manusia dilahirkan tidak sempurna, tetapi dengan adanya pernikahan membuat bunda menjadi sempurna dan lengkap jika bersama suami. Inilah yang mengharuskan bunda untuk saling menghargai antara anggota keluarga. Kelemahan dan kesalahan yang diperbuat oleh anggota keluarga, ada baiknya untuk dibicarakan dan dirundingkan bersama-sama.

LAKUKAN HAL-HAL KECIL
walaupun seluruh anggota memiliki kesibukan dengan pekerjaan dan tugasnya, tetapi ada baiknya bunda melakukan hal-hal kecil secara bersama-sama. Biasakanlah untuk melakukan hal-hal kecil untuk keluarga, misalnya saja berlibur atau memberi hadiah walau tak ada moment yang spesial. Selain itu juga, bunda bisa masak bersama dengan semua anggota keluarga bunda.

SESI CURHAT
Sesi curhat antara anggota keluarga inilah yang biasanya tidak ditemukan dari beberapa keluarga disekitar kita. Maka ada baiknya bunda dan keluarga melakukan sesi curhat dan sharing ketika ada waktu luang dan bersantai bersama. Karena setiap anggota keluarga tentu memiliki masalah yang berbeda-beda, dan di sinilah bunda dan semua perlu tempat untuk curhat sekaligus mendapat saran dan masukkan dari anggota keluarga lainnya.

INTROSPEKSI DIRI
Mungkin saja bunda kerap marah dan mengomel pada suami ataupun anak-anak bunda. Sekarang saatnya bunda menerapkan sistem untuk saling mengintrospeksi diri satu sama lain, baik itu suami, bunda dan anak bunda. Hal ini dapat membuat bunda dan keluarga menjadi pribadi yang lebih saling menyayangi.




Sumber : Berbagai Sumber

Pernikahan adalah masa transisi dari masa-masa saat anda masih lajang ke masa-masa anda memiliki suami dan keluarga sendiri. Masa tra...

Berkomunikasilah Dengan Pasangan



Pernikahan adalah masa transisi dari masa-masa saat anda masih lajang ke masa-masa anda memiliki suami dan keluarga sendiri. Masa transisi ini, bagi banyak orang, terdengar sangat menyenangkan karena akhirnya mereka bisa bersatu di bawah ikatan suci pernikahan dengan pasangan yang mereka cintai.

Namun, bayangan ini akan pelan-pelan pudar karena kehidupan pernikahan tidak seperti yang ada dalam bayangan mereka. Perbedaan-perbedaan kebiasaan dan pandangan akan muncul dan semakin banyak terjadi seiring bertambahnya usia pernikahan anda. Hal ini sebenarnya wajar sekali terjadi dalam sebuah pernikahan dan tidak perlu dijadikan maslah yang besar.

Untuk mengatasi perbeedaan-perbedaan ini, komunikasilah yang harus selalu dilakukan. Jika ada masalah yang muncul, bicarakanlah masalah tersebut berdua agar dapat menemukan pemecahan masalah yang cocok untuk kedua belah pihak. Terdapat beberapa cara, seperti yang dikemukakan dalam wikihow.com, untuk berbicara tentang masalah-masalah tersebut dengan pasangan anda agar pertengkaran ataupun juga masalah-masalah lain tidak muncul.

Cara pertama adalah berbicara dengan hati dan pikiran yang terbuka. Dengan melakukan hal ini, akan terciptalah jembatan pikiran antara anda berdua. Jembatan inilah yang nantinya akan membuat anda dan suami anda mencapai pengertian yang sama.

Cara kedua adalah dengan menghindari perkataan kasar ketika anda marah. Hal ini dilakukan karena perkataan kasar hanya akan menyakiti pasangan anda. Selain itu, perkataan kasar ini juga malah akan memperpanjang masalah yang telah ada di antara anda berdua.

Cara yang terakhir adalah dengan focus berbicara tentang hal yang menjadi permasalahan saja. Jangan sekali-kali mengungkit-ungkit kesalahan yang telah lampau yang mungkin tidak ada hubungannya dengan masalah yang terjadi sekarang.

Oleh: Meilia Hardianti

Pernikahan tak selalu dipenuhi kebahagiaan. Karena itu suami dan istri harus selalu mencari jalan untuk mencapai kebahagiaan dalam b...

Hal-Hal Ini Tak Selalu Benar Dalam Pernikahan



Pernikahan tak selalu dipenuhi kebahagiaan. Karena itu suami dan istri harus selalu mencari jalan untuk mencapai kebahagiaan dalam berumah tangga. 

Dalam pernikahan pun ada sejumlah tindakan yang dianggap tidak boleh dilakukan suami istri. Apakah itu betul?

Seperti suami atau istri pun dilarang pergi tidur dalam keadaan marah. Padahal ketika tubuh sudah letih, emosi biasanya memuncak. Solusi dari apa yang dipertengkarkan pun belum tentu didapat. 

Ketika itu terjadi, Elizabeth Lombardo seorang psikolog, menyarankan suami dan istri setuju untuk tidak setuju secara sementara. Istirahat dan tidurlah dengan tenang. Kemudian bahas kembali masalah setelah tubuh segar usai tidur. 

Apa lagi hal-hal yang kerap dipandang harus dilakukan dalam rumah tangga. Dan, apakah itu betul?

1. Selalu jujur 100 persen.

Dalam pernikahan, kesepakatan untuk selalu berkata yang sesungguhnya mungkin bukan kebijakan yang paling baik. Sebagai contoh, suami atau istri tidak selalu perlu tahu tentang kisah cinta masa lalu pasangannya. Cerita tersebut menimbulkan perasaan sedang dibanding-bandingkan. Dan, ketika perasaan seperti itu muncul selalu ada yang merasa kalah. Intinya, pasangan perlu selalu bersikap sopan dan memikirkan perasaan pasangannya. 

2. Jangan pernah berlibur tanpa satu sama lain.

Jika memiliki waktu berlibur dari pekerjaan, pasangan secara alami memilih menghabiskannya dengan pasangannya juga. Masalahnya, apa yang dianggap sebagai liburan ideal tak selalu didefinisikan sama antara suami dan istri. Bagi istri liburan ideal adalah berbelanja di Singapura. Sedang suami selalu mau liburan sambil naik gunung. 

Suami dan istri tidak selalu harus menjadi segalanya bagi satu sama lain. Itu tidak realistis. Kadang, istri butuh berlibur ke spa. Seperti suami yang butuh pergi menonton pertandingan sepak bola. Pastikan saja suami dan istri masih menyempatkan diri berlibur bersama. Dan tidak setiap masa libur dihabiskan sendiri-sendiri. 

3. Pertengkaran akan berujung pada perceraian. 

Sebenarnya, pasangan yang tidak pernah bertengkar lebih besar kecenderungannya untuk berpisah. Suami dan istri perlu selalu mencari cara untuk menyelesaikan masalah secara sehat. Artinya, penyelesaian masalah dilakukan tanpa memaki atau menyalahkan satu sama lain. Berkomitmen sama dengan menghargai perbedaan dengan cara baik-baik. Bukan dengan kata-kata kasar. 

4. Anak adalah yang utama. 

Kadang orang tua mengenyampingkan hubungannya demi menjadi orang tua yang baik. Cara itu namun tidak tepat. Memastikan relasi antara suami dan istri sebagai prioritas tidak hanya baik bagi satu sama lain, tapi juga bagi anak-anak. Mereka pasalnya perlu melihat orang tuanya memiliki kuasa dan akan merasa lebih aman bersama orang tua yang memiliki hubungan yang saling mencintai. 

Orang tua pun disarankan menciptakan waktu khusus yang tidak menyangkut membahas urusan keuangan atau anak-anak. Lakukan aktivitas yang menyenangkan satu sama lain

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Tak sedikit pria yang mendadak panik dan takut saat berhadapan dengan komitmen pernikahan. Sikap pria yang demikian, acap kali buat wa...

Ketakutan Pria tentang Pernikahan


Tak sedikit pria yang mendadak panik dan takut saat berhadapan dengan komitmen pernikahan. Sikap pria yang demikian, acap kali buat wanita jadi memendam kesal dan akhirnya memilih berpisah. Sebenarnya, apa sih yang membuat pria takut dengan komitmen. 

Takut akan perselisihan di masa mendatangBanyak pria yang memiliki rasa khawatir terhadap tingkat dan kadar kompatibel antar dirinya dan pasangan. “Pria memiliki ketakutan yang irasional. Nah, saat menghadapi hubungan jangka panjang, mereka cenderung menarik diri saat membayangkan soal sifat pasangan yang tidak mereka suka bakal mencetuskan pertengkaran di masa mendatang,” ujar Greg Kuhlman, Ph.D, dan Patty Kuhlman, LCSW, pendiri Marriage Success Training.

“Materi, keluarga, seks, dan prinsip hidup merupakan pertimbangan utama saat menentukan kecocokan antara dirinya dan pasangan,” ujar Kuhlman.

Takut menjadi tua dan membosankan“Saya telah mempelajari banyak pasangan kekasih, saat mereka sedang melangkah ke komitmen yang lebih serius, mereka takut merasa tua dan membosankan. Selain itu, terisolasi dari lingkungan sosial dan menjadi “unknown” juga membangkitkan rasa takut pada pria,” ujar Scott Gordon, PLC, EPLC, MA, pelatih grup bersertifikasi di Washington DC.

Selanjutnya, menurut Gordon, mereka yang memiliki ketakutan ini biasanya memiliki banyak teman, gaya hidup yang aktif, dan senang berpetualang. “Mereka belum mau merelakan kehidupan yang menurut mereka lebih berwarna,” imbuhnya.

Takut merasa tidak puas secara seksual Setiap orang mempunyai ukuran kepuasan seksual yang berbeda. Ketika seorang pria takut berkomitmen, bisa jadi dia sebenarnya tidak puas dengan hubungan yang sedang ia jalani bersama pasangannya.

Sumber : match.com

Masalah keuangan sering menjadi isu yang memicu konflik suami istri. Istri yang terlalu boros, suami yang dianggap pelit, hingga bar...

Pentingnya Keterbukaan Soal Keuangan Dalam Rumah Tangga



Masalah keuangan sering menjadi isu yang memicu konflik suami istri. Istri yang terlalu boros, suami yang dianggap pelit, hingga barang-barang yang dibeli pasangan namun dipandang tidak penting oleh pasangannya.

Konon, salah satu pemicu terbesar dalam perpisahan suami istri adalah karena masalah uang. Sebenarnya bagaimana cara mengelola uang yang bisa menghindari rumah tangga dari pertikaian?

Psikolog Tia Rahmania memastikan tidak ada teori khusus mengenai cara suami istri mengatur keuangannya. "Pengaturan keuangan bisa dilakukan dengan cara fleksibel," ujar Tia.

Perkembangan zaman memang memicu perubahan dalam peran suami istri. Bila biasanya ibu identik di rumah dan mengurus pekerjaan rumah tangga, peran tersebut berkembang mengikuti zaman membuat istri turut mencari nafkah.

Kebutuhan finansial keluarga masa kini yang tinggi membutuhkan istri juga turut bekerja dan berpenghasilan. Kondisi seperti itu dikatakan Tia membuat pasangan perlu berkomunikasi dalam mengatur keuangan mereka.

Keterbukaan mengenai masalah keuangan penting demi menjaga kekuatan cinta dalam rumah tangga. Bila salah satu pasangan menunjukkan kondisi yang tidak berkomitmen, tentu saja akan menimbul kan isu yang pelik. Permasalahan keuangan, mulai dari penghasilan dan lain sebagainya ada baiknya dibahas saat sebelum menikah.

Kebiasaan terbuka semenjak sebelum menikah justru akan membudayakan transparansi dalam keluarga. Biasanya, apa yang menjadi kesepakatan di awal dapat menjadi patokan bila kelak hal tersebut terjadi saat pernikahan.

Tia menegaskan pentingnya diskusi antara suami dan istri hingga menghasilkan titik temu. Misalnya, kala membahas hendak menggunakan nama siapa dalam aset bersama.

Kesepakatan antara pasangan diyakini Tia akan menguatkan dan menciptakan keharmonisan yang utuh. Pasangan sudah kodratnya untuk saling menguatkan dan menciptakan hubungan yang positif. "Kebahagiaan pasti akan mengikut pula," lanjutnya.

Dalam beberapa rumah tangga, perpisahan memang terjadi akibat masalah ekonomi. Tak terkecuali bagi pasangan dengan istri yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari suaminya. "Istri harus bisa memposisikan diri tetap menghargai suami," lanjut psikolog yang juga dosen di Universitas Paramadina ini. Walaupun penghasilannya lebih tinggi daripada sang suami, rasa hormat tidak boleh turun. Sang suami juga harus bersikap bijak.

Tia meminta suami menyikapi secara positif bila istrinya berpenghasilan lebih banyak. Caranya, saran Tia, dengan memberikan penghargaan dalam wujud membantu sedikit pekerjaan rumah tangga. Sekadar menyiram kebun, menguras bak mandi, atau menemani anak bermain bisa dilakukan. Mengambil tugas pekerjaan rumah tangga demi istri saat ini sudah biasa dan tidak tabu.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID


Sejuta perhatian dan pengamatan khusus harus diberikan kepada sang suami demi keberhasilan menjadi Istri yang baik. Bahkan, beberapa w...

Tips Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Cerdas


Sejuta perhatian dan pengamatan khusus harus diberikan kepada sang suami demi keberhasilan menjadi Istri yang baik. Bahkan, beberapa wanita rela meninggalkan pekerjaan terdahulunya agar dapat meluangkan waktu bagi suami tercintanya. Namun, jangan biarkan aktivitas ini membuat anda jenuh, malu, dan kehilangan jiwa bersosialisasi anda. Ikuti langkah-langkah berikut, untuk menjadi ibu rumah tangga yang cerdas.

1. Berbanggalah dengan peran yang anda jalani
Ketika seseorang menanyakan pekerjaan apa yang sedang anda geluti, jangan ragu untuk menjawab jika anda adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagian orang memang akan mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan anda. Dengan kondisi di mana wanita karir kini terlihat lebih mengesankan, peran ibu rumah tangga memang sedikit terabaikan. Banyak dari mereka akan berpikir mengenai pilihan anda sebagai ibu yang beraktivitas di rumah. Pasalnya, anda akan terlihat seperti orang dengan pendidikan yang minim, dan anda juga akan terlihat seperti orang yang menggantungkan segalanya pada suami.

2. Tetap bersosialisasi dengan lingkungan anda
Menjadi istri yang cekatan dalam mengurus rumah tangga, adalah hal yang sangat terpuji. Namun, anda tak boleh lupa, bahwa kehidupan di luar rumah pun juga termasuk prioritas anda sebagai seorang manusia. Dengan waktu yang anda miliki, mungkin sesekali ada baiknya jika anda mengadakan pesta di rumah dengan mengundang beberapa teman dan kerabat anda. Hal ini tentunya tidak akan mengurangi porsi anda sebagai seorang ibu.

3. Rutinitas yang terorganisir
Peran anda sebagai ibu rumah tangga tidak harus membuat anda terjebak dalam keadaan itu itu saja. Make a list! Buatlah jadwal yang terorganisir dengan baik untuk rutinitas yang akan anda kerjakan sehari-hari. Tulis di kalender, atau mungkin anda dapat membuat sebuah poster besar yang dapat mengingatkan anda. Aturlah hal-hal apa saja yang akan anda lakukan bulan ini. Mungkin, anda dapat mulai meletakkan kegiatan bersih-bersih rumah di hari Minggu. Atau, hari Sabtu dapat anda jadikan sebagai hari keluarga, di mana anda dan keluarga pergi berlibur ke suatu tempat.

4. Kembangkan kreativitas anda
Kegiatan yang satu ini memang sedang marak dilakukan oleh ibu rumah tangga di seluruh dunia. Dengan waktu yang mereka miliki di rumah, hal-hal kecil pun dapat menjadi hal yang menyenangkan. anda pernah mengikuti organisasi mading semasa SMA? lakukan lagi bakat anda. Mungkin, majalah-majalah yang tak lagi diperlukan di rumah, dapat menjadi bahan mading yang akan anda buat.

Tdak ada salahnya menjadi seorang wanita dengan aktivitas di dalam rumah. Dengan kegiatan yang menyenangkan, dan tetap bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, anda dapat menjadi ibu rumah tangga yang berbahagia.




Sumber : Berbagai Sumber

Belakangan ini kita dikejutkan dengan angka perceraian yang kian meningkat dalam setiap tahunnya, dan ironisnya hal ini terjadi kepada...

Mempertahankan Keluarga Bahagia Dari Ancaman Perceraian


Belakangan ini kita dikejutkan dengan angka perceraian yang kian meningkat dalam setiap tahunnya, dan ironisnya hal ini terjadi kepada pasangan muda di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Jika melihat ini mungkin kita akan berfikir, sebenarnya apa yang salah dengan sikap kita terhadap komitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangga ketika akad nikah.

Melihat hal tersebut, maka kita harus tahu sebenarnya kenapa hal tersebut bisa terjadi. Apakah kawin cerai sudah merupakan bagian dari gaya hidup, atau memang pergeseran nilai cinta yang menyebabkan hal ini terjadi.

Yang jelas kita tidak akan tahu pasti penyebab tingginya angka perceraian tersebut, karena setiap individu punya pemikiran dan tujuan masing-masing dengan pernikahannya. Tetapi yang harus Anda ketahui adalah, beberapa hal berikut ini yang akan membuat rumah tangga bunda jauh dari ancaman perceraian.

Komunikasi yang baik
Yang pertama, pastikan bunda dan pasangan telah membentuk suatu komunikasi yang efektif dan adil bagi kedua belah pihak sebagai salah satu kunci dalam menjaga keutuhan rumah tangga bunda. Selain itu juga, komunikasi yang Bunda terapkan bersama pasangan dapat menjadi pembelajaran untuk anak-anak tentang bagaimana cara berbicara dan mengutarakan isi hati dalam etika berkeluarga dan bermasyarakat.

Belajarlah untuk memberi, baru kemudian menerima
Ketika bunda dan pasangan hidup bersama, maka kompromi merupakan suatu hal yang tak bisa diabaikan untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Maka dari itu, mulai sekarang belajarlah terlebih dahulu untuk memberi, baru setelah bisa memberi bunda harus bisa menerima apapun yang pasangan berikan kepada bunda.

Jangan mengharap imbalan
Setelah bunda bisa memberi, maka langkah selanjutnya bunda jangan mengharapkan balasan dari semua yang telah bunda lakukan, baik itu sebagai istri atau suami maupun sebagai orang tua dari anak-anak bunda.

Mulailah dengan menjadikan memberi sebagai kebiasaan bunda, sekaligus sebuah kesenangan bagi bunda. Karena dengan menikmati segala hal yang kita berikan kepada pasangan, maka bunda akan melupakan harapan untuk mendapatkan imbalan.

Redam emosi dan bersikap dewasa
Cekcok dalam pernikahan merupakan hal yang sangat wajar, bahkan beberapa penelitian mengatakan jika hal tersebut sangat berguna untuk membuka komunikasi yang sehat. Tetapi kunci dari semua itu adalah kedewasaan bunda dalam menyikapi pertengkaran tersebut.

Ingatkan diru untuk mengutamakan pernikahan diatas segalanya, dan sadari bahwa tidak ada yang sempurna dalam dunia ini, bunda ditakdirkan hidup dengan suami untuk saling melengkapi dan saling memberikan kebahagiaan. Bukan untuk saling menyakiti.

Hargai pasangan
Ini merupakan salah satu hal terpenting dalam hubungan. Dengan kita mampu menghargai pasangan, maka percekcokan dalam keluarga, terutama dalam hal merasa tidak diperlakukan dengan adil dapat diminimalisir. Bukankah kita sudah tahu bahwa jika ingin dihargai orang lain, maka hargai dulu diri kita sendiri dan orang terdekat bunda. Hal itu berlaku juga untuk pernikahan bunda.




Sumber : Berbagai Sumber

Family time merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak, dimana itu merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama dan mela...

Family Time, Waktu Bersama Yang Menyenangkan


Family time merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak, dimana itu merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama dan melakukan kegiatan-kegitan yang menyenangkan. Banyak yang bisa dilakukan oleh bunda sekeluarga, tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menghaiskan family time di luar ruangan dengan membawa kuarga agar aktif bergerak.

Ada banyak pilihan yang bisa bunda lakukan untuk mengisi family time keluarga bunda dengan aktif bergerak, tapi usahakan bunda memilih aktivitas yang bisa dilakukan secara bersama sama. Kegiatan kegiatan tersebut diantaranya :

Bermain sepak bola sederhana
Semua orang tahu bagaimana cara bermain sepakbola, tapi dalam permainan kali ini bunda bisa membuat peraturan yang unik. Buatlah satu gawang dimana bunda diposisikan sebagai penjaga gawang yang akan diserang oleh anak-anak dan suami bunda.

Biarkan anak anak dan suami bunda bersaing untuk menjadi pemenang secara individu, mereka akan saling berebut bola dan belomba untuk membuat gol kegawang yang bunda jaga. Tidak ada kerjasama tim, tidak ada peraturan offside dan tidak ada peraturan tendangan penalty disini, kerana mereka semua akan bersaing dan saling mengalahkan satu sama lain.

Berkebun
Berkebun tidak harus dilakukan dikebun yang luas, bunda dan keluarga juga bisa memanfaatkan halaman belakang rumah untuk kegiatan ini. Selain membuat anak aktif bergerak, kegiatan ini juga akan terasang sangat menyenangkan bagi anak bunda karena dia bebas bermain kotor-kotoran. Suatu kondisi yang pasti akan bunda larang di hari-hari biasa.

Bersepeda
Bersepeda dengan melewati alam terbuka merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Bawalah anak bunda untuk melihat keindahan alam dan jika memungkinkan bawa dia ke tempat yang masih asri.

Selain itu, bunda juga bisa memadukan kegiatan ini dengan kegiatan photography dimana objek foto yang indah terdapat disana. Selain berolah raga, bunda juga mempunyai cetakan moment indah ini.

Berenang
Berenang merupakan salahsatu olahraga yang bisa bunda pilih untuk mengisi family time. Buatlah sebuah game kecil dalam kolang renang, dari mulai polo air mini atau bahkan lomba menahan nafas di dalam air.

Selain itu, jika kebetulan anak bunda belum bisa berenang, maka bunda dan suami bisa mengajari dia berenang. Tetapi jika bunda hanya memiliki anak yang baru berusia dibawah lima tahun, maka bermain cipratan air bisa menjadi alternative terbaik.

Sebenarnya, banyak kegiatan fositif yang bisa lakukan bersama keuarga untuk mengisi family time keluarga. Kuncinya adalah kreatifitas bunda. Selama kegiatan ini bernilai positif, dapat membuat keceriaan dalam keluarga, lebih mendekatkan antara bunda dan keluarga, serta tidak membahayakan anak dan keluarga bunda lainnya, maka kegiatan itu sah-sah saja untuk dilakukan.