12/01/2014
Banyak pasangan yang bertanya-tanya mengenai kunci pernikahan bahagia karena banyak pernikahan yang harus dilalui dengan beragam tan...
Hasil Penelitian, Istri Bahagia Maka Pernikahan Bahagia
Banyak pasangan yang bertanya-tanya mengenai kunci pernikahan bahagia karena banyak pernikahan yang harus dilalui dengan beragam tantangan yang tak jarang berakhir bencana bagi kedua pasangan. Banyak orang beranggapan bahwa pernikahan akan menjadi bahagia jika masing-masing pihak baik suami atau istri merasakan kebahagiaan.
Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of California menyatakan bahwa ternyata pernikahan yang bahagia justru bergantung pada kebahagiaan yang dirasakan oleh istri. Kebahagiaan istri akan membuat beragam permasalahan di dalam rumah tangga terpecahkan mulai dari masalah seksual hingga masalah keuangan. Meskipun pendapat ini mendapatkan pro dan kontra, ada penjelasan ilmiah yang membuat argumen ini dianggap masuk akal.
Menurut Lian Bloch yang merupakan salah satu sistem peneliti, wanita merupakan kunci dari selisih pendapat dan pertengkaran yang terjadi dalam rumah tangga. Pertengkaran pasangan suami istri bisa dicegah jika wanita bisa membantu mengendalikan emosi suami serta mengendalikan situasi dan tanpa pertengkaran atau perselisihan pendapat, pernikahan bahagia pun bisa dirasakan. Agar wanita bisa melakukan hal ini, wanita harus merasa bahagia terlebih dahulu.
Namun, selain faktor istri yang bahagia, kebahagiaan dalam pernikahan juga akan dipengaruhi oleh faktor komunikasi sebagaimana dinyatakan oleh Tery Orbuch yang adalah profesor sosiologi Oakland University. Komunikasi pasangan suami istri sama sekali tidak boleh diabaikan oleh setiap pasangan. Jika terjadi masalah pada pasangan suami istri, mereka sebaiknya meminta bantuan pada konselor pernikahan untuk membantu mengembalikan komunikasi pasangan suami istri sehingga permasalahan pun bisa diselesaikan.
Wanita mempunyai kebiasaan menjadi drama queen sehingga mereka lebih mudah stres dan terganggu saat terjadi masalah dalam rumah tangga. Jika hal ini sampai dibiarkan berlanjut, bisa jadi masalah justru akan semakin berlarut-larut dan tidak terselesaikan. Tentu hal ini tidak akan membuat kehidupan pernikahan Anda bahagia, kan?
Anda boleh berbangga hati karena kunci pernikahan bahagia berada di tangan Anda. Namun, Anda tentu tidak boleh memanfaatkan momentum ini untuk melakukan hal-hal yang akan memberikan kerugian pada suami. Anda justru harus lebih cerdas dalam mengupayakan segala hal yang bisa berguna untuk membantu Anda menjaga keutuhan rumah tangga bersama suami.
Beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah menjaga emosi Anda sendiri dengan melakukan beberapa kegiatan positif. Anda bisa melakukan olahraga teratur yang tidak hanya membantu Anda menjaga kesehatan dan emosi melainkan juga menjaga tubuh Anda tetap indah. Anda juga perlu menghindari segala hal yang bisa menyebabkan anda merasa stres karena stres bisa benar-benar mengacaukan rumah tangga Anda.
Jika Anda harus menghadapi masalah dalam rumah tangga, Anda perlu mencari momen yang tepat untuk membicarakan hal tersebut secara empat mata dengan suami. Anda tidak boleh mencari siapa yang bersalah melainkan lebih fokus pada penyelesaian masalah dan pencarian jalan keluar.
Sumber : berbagai sumber
7/22/2013
Satu lagi alasan menarik mengapa Anda tak perlu pacaran lama-lama. Faktanya, sebuah penelitian dari Amerika menyarankan bahwa ada hubungan antara kesehatan jantung wanita dengan pernikahan. Peneliti Michael McFarland, seorang Sosiologis dari Princeton University mengatakan bahwa bagi wanita, pernikahan tanpa perceraian akan berdampak pada resiko penyakit kardiovaskuler.
Pernikahan diyakini sebagai salah satu jalan untuk menurunkan resiko kesehatan pada wanita. Namun hal yang bertentangan justru terjadi pada kamu Adam. Pria yang terlalu dini menikah, akan rawan dengan peradangan dalam kesehatan mereka.
Para peneliti menemukan bahwa semakin awet suatu hubungan pernikahan, semakin rendah resiko penyakit jantung dan sistem darah lainnya. Menurut McFarland, pernikahan dalam usia 10 tahun bisa meningkatkan penurunan resiko sakit jantung sekitar 13%. Namun bila yang terjadi adalah yang sebaliknya, yaitu apabila wanita mengalami patah hati, perceraian dan sebagainya, sistem metabolisme tubuh mereka akan menurun hingga 40%
Para peneliti memang tidak menemukan dampak yang melindungi dari pernikahan terhadap kesehatan pria, namun mereka tetap menyarankan agar para pasangan menjaga pernikahan mereka tetap awet dan langgeng dengan saling memberikan perhatian, dukungan dan menjalin komunikasi yang baik. Penelitian ini hanya melihat dari permukaan saja, bagaimana kondisi biologis seseorang bisa berhubungan dengan kondisi sosialnya, kata Bridget Goosby, seorang pakar sosiologi yang turut memperhatikan penelitian ini.
Nah, dengan kabar baik ini, ada baiknya Anda tidak menunda pernikahan. Namun ada baiknya juga bila calon suami Anda sudah lebih siap dengan pernikahan untuk meminimalisir resiko kesehatan.
Sumber : Vemale.com
Satu lagi alasan menarik mengapa Anda tak perlu pacaran lama-lama. Faktanya, sebuah penelitian dari Amerika menyarankan bahwa ada hubung...
Pernikahan Bantu Lindungi Kesehatan Jantung Wanita
Satu lagi alasan menarik mengapa Anda tak perlu pacaran lama-lama. Faktanya, sebuah penelitian dari Amerika menyarankan bahwa ada hubungan antara kesehatan jantung wanita dengan pernikahan. Peneliti Michael McFarland, seorang Sosiologis dari Princeton University mengatakan bahwa bagi wanita, pernikahan tanpa perceraian akan berdampak pada resiko penyakit kardiovaskuler.
Pernikahan diyakini sebagai salah satu jalan untuk menurunkan resiko kesehatan pada wanita. Namun hal yang bertentangan justru terjadi pada kamu Adam. Pria yang terlalu dini menikah, akan rawan dengan peradangan dalam kesehatan mereka.
Para peneliti menemukan bahwa semakin awet suatu hubungan pernikahan, semakin rendah resiko penyakit jantung dan sistem darah lainnya. Menurut McFarland, pernikahan dalam usia 10 tahun bisa meningkatkan penurunan resiko sakit jantung sekitar 13%. Namun bila yang terjadi adalah yang sebaliknya, yaitu apabila wanita mengalami patah hati, perceraian dan sebagainya, sistem metabolisme tubuh mereka akan menurun hingga 40%
Para peneliti memang tidak menemukan dampak yang melindungi dari pernikahan terhadap kesehatan pria, namun mereka tetap menyarankan agar para pasangan menjaga pernikahan mereka tetap awet dan langgeng dengan saling memberikan perhatian, dukungan dan menjalin komunikasi yang baik. Penelitian ini hanya melihat dari permukaan saja, bagaimana kondisi biologis seseorang bisa berhubungan dengan kondisi sosialnya, kata Bridget Goosby, seorang pakar sosiologi yang turut memperhatikan penelitian ini.
Nah, dengan kabar baik ini, ada baiknya Anda tidak menunda pernikahan. Namun ada baiknya juga bila calon suami Anda sudah lebih siap dengan pernikahan untuk meminimalisir resiko kesehatan.
Sumber : Vemale.com
5/23/2013
Agar memiliki pernikahan bahagia, sebagai pasangan Anda harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan pria di dalam hidupnya. Sederh...
Yang Dibutuhkan Pria Dalam Pernikahan
Agar memiliki pernikahan bahagia, sebagai pasangan Anda harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan pria di dalam hidupnya.
Sederhana saja sebenarnya. Kebutuhan pokok pria setelah menikah adalah:
Seks
Sudah jelas bahwa urusan ranjang menjadi kebutuhan yang tak bisa diremehkan. Bukan hanya sekedar memuaskan gairah fisik saja, namun hubungan intim juga dapat membuat pasangan tetap hangat dan dekat.
TIPS!
Istri juga harus tetap peduli pada penampilannya. Jangan karena merasa sudah punya pasangan dan merasa aman, kemudian urusan dandan menjadi nomor sekian. Bagaimanapun, penampilan fisik menjadi salah satu cara memanjakan suami.
Bayangkan saja jika sepulang kerja dan penat suami masih melihat Anda yang berantakan. Alasan kesibukan baiknya tak dijadikan tameng. Justru menjadi istri siaga yang bisa dandan, memasak dan mengurus keluarga itulah yang dicari dan membuat pria merasa sempurna.
Kenyamanan
Ikatan tanpa kenyamanan hanya akan membuat seseorang merasa terkekang. Ketakutan pria atas sebuah pernikahan terutama disebabkan karena kehilangan kebebasan. Larangan dari pasangan untuk melakukan ini itu. Bagaimana hubungan bisa berjalan baik jika pada akhirnya suami justru merasakan ketidaknyamanan?
TIPS!
Landasi hubungan rumah tangga dengan kepercayaan. Cemburu itu boleh menjadi bumbu, tetapi yang namanya bumbu itu tidak menjadi dominan kan dalam masakan? Demikian juga hendaknya di dalam rumah tangga cemburu itu boleh hanya sesekali saja.
Berikan kebebasan dan kepercayaan pada suami agar ia tetap merasa nyaman. Nyaman untuk bercerita apapun, nyaman untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan Anda, tanpa merasa terbebani.
Kerja sama
Biasanya, siapa yang mencuci piring dan siapa yang harus mengganti popok si kecil? Haruskah setiap pekerjaan rumah tangga dibagi? Tidak kok. Justru dibutuhkan kerja sama dan tidak saling tuding dalam sebuah rumah tangga. Pasangan yang bisa saling mengerti keadaan masing-masing akan jauh lebih berbahagia.
Tiga resep rumah tangga bahagia sudah kami ungkapkan secara singkat. Kini tinggal mempraktekkannya saja. Selamat mencoba resep kami.
Sumber : vemale
4/10/2013
Pesta pernikahan sudah diselenggarakan, babak baru kehidupan telah dimulai. Inilah tips yang cocok bagi pengantin baru untuk mewujud...
Tips Pernikahan Bahagia Untuk Pengantin Baru
Pesta pernikahan sudah diselenggarakan, babak baru kehidupan telah dimulai. Inilah tips yang cocok bagi pengantin baru untuk mewujudkan pernikahan bahagia. Silakan share untuk teman Anda yang akan atau baru menikah.
Ada Suka, Ada Duka
Banyak harapan indah yang melambung tinggi saat pernikahan berlangsung, banyak pasangan yang mengira bahwa pernikahan adalah gerbang di mana semua hal akan menjadi luar biasa, semua menjadi indah, cinta sejati mengalahkan segalanya, sumber dari segala sumber kebahagiaan dan sebagainya. Harapan itu boleh saja, tetapi kembalilah ke Bumi, karena pernikahan sesungguhnya sama dengan hal lain, ada suka dan duka yang harus dilalui bersama.
Tingginya harapan dapat membuat Anda memaksa pasangan untuk memenuhi semua standar kebahagiaan tersebut, demikian juga sebaliknya. Akan lebih baik jika Anda dan pasangan belajar menerima bahwa semua hal tidak bisa indah, ada hal-hal buruk, kebiasaan jelek dan sebagainya yang memang harus diterima sebagai bentuk komitmen. Ingat, pasangan Anda manusia biasa yang bisa memberi bahagia, bisa juga membuat kecewa.
Bicarakan Apa Yang Anda Butuhkan dan Inginkan
Banyak pertengkaran terjadi karena ada pihak memendam apa yang dia inginkan dan berharap pasangannya mengerti (sering terjadi pada wanita). Ingat, ladies, pasangan Anda bukan paranormal yang bisa membaca pikiran. Katakan saja apa yang Anda rasakan, apa yang Anda butuhkan, apa yang Anda inginkan termasuk kekhawatiran Anda. Itu jauh lebih baik daripada memendamnya dan berharap dia tahu dengan sendirinya (pria biasanya tidak sensitif). Tapi ingat ya, katakan dalam kondisi yang santai dan nyaman.
Jadi Pendengar Yang Baik
Pasangan suami istri harusnya sama-sama menjadi pendengar yang baik, maka Anda akan mengerti apa yang dia rasakan, seperti apa jalan pikirannya dan sebagainya. Jangan tutup telinga Anda untuk mendengar keluh kesah, ide, pemikiran bahkan kritik. Saat dia berbicara, jangan langsung memotong, dengarkan dan tanggapi setelah dia selesai bicara. Tunjukkan empati Anda, tempatkan diri Anda dalam posisinya, dan Anda akan senang dengan sikap terbukanya.
Jadilah Diri Anda Sendiri dan Biarkan Suami Melakukan Hal Yang Sama
Pasangan yang bahagia dan telah menikah puluhan tahun sering mengatakan bahwa mereka hidup seperti sahabat. Sahabat akan menunjukkan seperti apa dirinya yang sesungguhnya, juga mau menerima seburuk apapun sifat itu (dalam hal ini adalah suami Anda). Tidak ada manusia yang sempurna, mungkin sebelum menikah dulu, Anda melihat yang baik-baik darinya, tetapi setelah menikah, Anda harus belajar menerima kebiasaan-kebiasaan menjengkelkan suami. Begitu juga sebaliknya, belajarlah untuk menjadi diri Anda sendiri. Komunikasi akan berjalan lebih baik jika Anda dan suami menjadi sahabat dengan tujuan yang sama.
Bagi Tugas Rumah Tangga
Ini harus dibicarakan lho.. Membagi tugas rumah tangga sudah menjadi tanggung jawab berdua, tak hanya wanita. Terlebih lagi jika Anda pasangan mandiri yang jauh dari keluarga dan tidak memakai jasa pembantu rumah tangga. Bagi saja siapa yang bertugas mencuci baju, setrika, menyiram taman dan lain sebagainya.
Belajar Mengelola Keuangan Bersama
Uang adalah hal paling sensitif yang bisa memicu pertengkaran hebat dan perpisahan. Membicarakan pengelolaan keuangan bersama akan lebih baik jika sudah dilakukan sebelum pernikahan berlangsung. Setelah menikah, tanggung jawab, hak, dan kewajiban semakin jelas. Bicarakan semua hal yang berkaitan dengan keuangan bersama suami. Apakah gaji masuk dalam tabungan bersama, siapa yang memegang uang bulanan, apakah perlu catatan kecil atas pengeluaran setiap bulan dan sebagainya.
Banyak pasangan mengaku bahwa mereka akan lebih dihargai dan senang jika pasangannya mengatakan atau meminta izin jika akan memberikan uang pada orang tua atau saudara. Keluarga memang penting, tetapi pasangan Anda juga harus tahu kemana mengalirnya keuangan dalam rumah tangga.
Itu dia beberapa tips untuk pengantin baru. Semoga bermanfaat dan pernikahan Anda langgeng selamanya. Silakan share artikel ini untuk sahabat atau kerabat yang akan menikah atau berstatus pengantin baru ;)
Sumber : Vemale
1/31/2012
Seorang pria Inggris, Jack Mills mungkin bisa disebut salah satu pria paling romantis. Betapa tidak, selama 70 tahun, secara rutin se...
Hadiahi Istri Bunga Selama 70 Tahun
Seorang pria Inggris, Jack Mills mungkin bisa disebut salah satu pria paling romantis. Betapa tidak, selama 70 tahun, secara rutin setiap minggunya ia selalu memberi bunga kepada sang istri.

Mills, 89 tahun asal Yaxley, Cambridgeshire telah memberi hingga 3.000 buket bunga kepada istrinya dalam tujuh dekade kebersamaan mereka.
Kakek veteran perang dunia II ini pertama kali memberi bunga kepada Millie, 88 tahun pada usia 18 tahun. Kedua diperkenalkan oleh seorang teman. Dari situ, keduanya kemudian berkencan dan akhirnya memutuskan menikah. Jack dan Millie menjalani pernikahan bahagia dan kini menjadi kakek-nenek bagi 12 cucu.
Menurut Jack, rahasia pernikahan awet dan kebahagiaan adalah membelikan bunga kepada pasangannya setiap minggu. Saat memulai "aksinya" setiap pekan di tahun 1940-an, harga seikat bunga hanya satu shilling, dibandingkan saat ini £5. Jack mengakui, dia kerap merangkai sendiri bunga yang masih segar dari padang rumput jika punya waktu, atau saat tak memiliki uang untuk membeli bunga.
"Rahasia pernikahan yang panjang adalah merawat satu sama lain dan berbagi. Dan bagi saya membeli bunga untuk Millie," katanya seperti dikutip Daily Mail.
"Saya memberikan Millie bunga yang sedang mekar sesuai musimnya dan selalu memberinya mawar merah setiap Valentine."
Sementara Millie menambahkan, "rahasia pernikahan panjang dan bahagia adalah sedikit memberi dan menerima."
Jack, yang bekerja di pabrik sebelum pensiun mengaku bersyukur menikah dengan istrinya selama 70 tahun. "Saya sangat beruntung menikah selama 70 tahun. Saya tidak menyesal sedikit pun. Kami diberkati dengan segala sesuatu sejauh ini tidak ada yang saya khawatirkan." (umi)
Sumber : VIVAnews



